BULLETIN LOUPE JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

TULISAN BERJALAN

KUMPULAN BULLETIN LOUPE JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN JURNAL PENELITIAN TEKNOLOGI PERTANIAN

MENU

Senin, 13 Juni 2016

UJI AKTIVITAS SELULASE BAKTERI SELULOLITIK YANG BERASAL DARI
TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT
CELLULASE ACTIVITY TEST OF CELLULOLYTIC BACTERIA FROM OIL PALM
EMPTY FRUIT BUNCH
Hamka(1)*, Mujibu Rahman(1), Theresia Adi Susanti(1)
(1)*Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri
Samarinda

ABSTRACT
Cellulose is the main constituent component of photosynthesis in the plant biomass
composed of fibrous and woody material such as straw, weeds, grass, leaves, stems and
branches of plants. Cellulose in nature is rarely found in pure form but together with lignin
and hemicellulose. Cellulose can be degraded by specific organisms such as bacteria, fungi,
actinomycetes, and the lower animals. In this research, bacteria was isolated from oil palm
empty fruit bunch and inoculating used carbon source of carboxy methyl cellulose (CMC)
and enhanced by mineral salts. There were 9 (nine) bacteria isolates collected and identified
by Gram stain test and colony morphologies of bacteria cells. Two of bacteria isolates were
shown cellulase activity by clearing zone marked on surface of CMC agar medium with use
congo red solution (1% v/v) and destained by NaOH solution of 1 M. Futhermore, one of two
bacteria isolates (bac 2.3) was chosen to next experiment for determining cellulase activity
and reducing sugar. The result of study showed that bac 2.3 isolate was produced cellulase
activity as 15.79 units/mL and reducing sugar as 1.42 mg/mL on 36 hours of incubation time.
Keywords: bacteria, cellulase activity, reducing sugar, carboxy methyl cellulose, oil palm
empty fruit bunch

ABSTRAK
Selulosa merupakan komponen penyusun utama dari fotosintesis di dalam biomassa
tanaman yang terdiri dari bahan berserat dan berkayu seperti jerami, rumput liar (tanaman
pengganggu), rumput, daun-daunan, batang dan ranting tanaman. Selulosa di alam jarang
terdapat dalam bentuk murni tetapi bersama-sama dengan lignin dan hemiselulosa. Selulosa
dapat didegradasi oleh organisme spesifik diantaranya bakteri, fungi, actinomycetes dan
hewan tingkat rendah (serangga). Pada penelitian ini bakteri diisolasi dari tandan kosong
kelapa sawit dan diinokulasi menggunakan sumber karbon yakni Carboxy Methyl Cellulose
(CMC) dan diperkaya dengan garam mineral. Ada 9 (sembilan) isolat bakteri yang diisolasi
dan telah diidentifikasi dengan metode pengecatan Gram dan koloni morfologi sel bakteri.
Dua (2) isolat bakteri menunjukan aktivitas selulase yang ditandai terdapatnya zona bening
dipermukaan CMC agar menggunakan larutan congo red (1% (v/v) dan penghilangan warna
dengan sodium hidroksida (NaOH). 1M. Selanjutnya 1 (satu) isolat bakteri yang terbaik
dipilih yaitu isolat bakteri Bac. 2.3 untuk dilanjutkan dalam penentuan aktivitas selulase dan
gula reduksi. Hasil penelitian didapatkan bahwa isolat bakteri Bac. 2.3 menghasilkan
aktivitas selulase dan gula reduksi sebesar 15.79 units/mL dan 1.42 mg/mL pada inkubasi
waktu selama 36 jam.
Kata kunci: bakteri, aktivitas selulase, gula reduksi, carboxy methyl cellulose, tandan kosong
kelapa sawit

Selasa, 31 Maret 2015

KAJIAN KELARUTAN ZAT EKSTRAKTIF KAYU TULIP AFRIKA (Spatudea campanulata) BERDASARKAN LETAK PADA BATANG DENGAN 4 (EMPAT) MACAM METODE PELARUT
Sumiati 1)*, Abdul Rasyid Zarta1 )
1) Prodi Teknologi Hasil Hutan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya pengetahuan dan pemanfaatan kayu tulip afrika sebagai bahan baku dalam industri pengolahan kayu. Dilihat dari pemanfaatannya selama ini yang hanya digunakan sebagai pohon peneduh dan belum ada yang memanfaatkan dan meneliti tentang kandungan zat ekstraktifnya.
Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelarutan zat ekstraktif yang terlarut dalam air dingin, air panas, NaOH 1 % dan Alkohol Benzena. Dalam persiapan contoh uji, bagian yang diambil dari batang pohon tulip afrika berupa lempengan yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian pangkal, tengah dan ujung. Selanjutnya lempengan kayu dibuat menjadi serbuk dengan ukuran mesh 50. Kemudian dilakukan penelitian tentang kelarutan zat ekstraktifnya dalam air dingin, air panas, NaOH 1 % dan Alkohol Benzena. BACA SELENGKAPNYA : BUKA
IDENTIFIKASI SERANGGA MENGGUNAKAN PERANGKAP CAHAYA (Light
Trap) DI AREAL ARBORETUM POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA
Rudi Djatmiko1), Elisa Ginsel Popang 2)
1)    Prodi Manajemen Hutan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda
2)    Prodi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda
ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi bahwa Spesies serangga berjumlah 686.000 atau 72% dari jumlah seluruh spesies dari dunia binatang. Bila ditinjau dari segi kepentingan manusia, serangga dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu serangga hama dan serangga berguna/ bermanfaat (Partosoedjono, 1985).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginventarisasi serangga untuk diketahui keragaman jenisnya, frekuensi kehadiran (fluktuasi), kelimpahan serta dominasinya di areal Arboretum Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. BACA SELENGKAPNYA : BUKA
PERBEDAAN KELAS DIAMETER KAYU MANGIUM (Acacia Mangium Willd) DI AREA REKLAMASI TAMBANG BATUBARATERHADAP PERUBAHAN STRUKTUR ANATOMI KAYU
Muhammad Fikri Hernandi1)
1 ) Prodi Teknologi Hasil Hutan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kelas diameter kayu mangium hasil reklamasi lahan tambang batubara terhadap struktur anatomi kayu. Kayu mangium yang digunakan untuk penelitian pada kelas diameter 20 cm, 25 cm dan 30 cm berasal dari reklamasi lahan tambang batubara. Analisa data menggunakan rancangan acak lengkap.
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan klasifikasi struktur anatomi kayu mangium hasil reklamasi lahan tambang batu bara pada perbedaan kelas diameter, perbedaan kelas diameter kayu mangium berpengaruh signifikan terhadap struktur anatomi pada jumlah sel pori, jumlah dan persentase sel jari-jari, letak contoh uji berdasarkan arah ketinggian berpengaruh signifikan terhadap struktur anatomi pada tinggi dan jumlah sel pori, lebar sel jari-jari, diameter serat, lumen, persentase sel serabut. BACA SELENGKAPNYA : BUKA
CELLULASE PRODUCTION FROM ACTINOMYCETES USING OIL PALM EMPTY FRUIT BUNCH FIBER AS MEDIUM
Hamka Nurkaya1), Mujibu Rahman1)
Samarinda State Polytechnic for Agriculture, Jl. Samratulangi-Kampus Poltanesa, kotak pos 192,
Samarinda 75131, E-mail:
hamka_nurkaya@yahoo.com
ABSTRACT

Oil palm empty fruit bunch (OPEFB) is a common solid waste from palm oil industry that requires proper handling to be processed into bio-ethanol as new bio-energy source to substitute fossil fuel, oil, gas, and coal. Microbial applications have been considered an effective way to degrade a lignocellulosic biomass into simple sugars as a critical material for bio-ethanol production. It efficacy to degrade cellulose was determined by cellulase production from CMC as medium. Actinomycetes isolate 11.2.A showed high cellulase activity on carboxylmethyl cellulose (CMC) broth. After incubation for 5 days at 30oC, pH 7 and 150 rpm agitation rate the highest cellulase activity generated by the isolate 11.2.A was 0.62 U/ml on CMC as medium. Actinomycetes isolate 1 1.2.A was proved to be the effective producer of cellulase specific for CMC. The isolate 11.2.A was also selected to be used in liquefaction of OPEFB. Actinomycetes isolate 11.2.A gave a better performance for being able to degrade the OPEFB with cellulase activity at 0.42 U/ml. This microbial and its enzymes should be very useful in the process of turning the solid waste like OPEFB into value products such as reducing sugar, sugar alcohol and bio-ethanol. BACA SELENGKAPNYA : BUKA